Bank Digital Neo Commerce Tatap Optimis Kemampuan Keuangan pada Tahun Politik

Memasuki tahun urusan politik 2024, emiten bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menatap optimis kinerja keuangan. Sejumlah siasat pun telah disusun secara rapi demi mengejar target tersebut.
Diketahui emiten bersandi BBYB ini masih membukukan kerugian yang digunakan belum juga usai sepanjang tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan sampai dengan sikap September 2023, BNC mencatatkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,76% menjadi Rp15,30 triliun pada September 2023, dibandingkan September 2022 yang tersebut sebesar Rp12,67 triliun.
Kenaikan juga dicatatkan BNC pada pencapaian penyaluran kredit, pada September 2023 yang tersebut sebesar Rp10,96 triliun meningkat 22,73% dari periode yang tersebut mirip pada tahun sebelumnya yang mana sebesar Rp8,93 triliun.
Kenaikan ini didorong dari penyaluran kredit secara digital yang dimaksud dilaksanakan oleh BNC dengan menggandeng mitra-mitra strategisnya. Dengan demikian, Aset BNC juga mengalami peningkatan sebesar 21,58% menjadi Rp19,45 triliun pada September 2023, dibandingkan aset pada periode sebelumnya yang digunakan sebesar Rp15,99 triliun.
“Bank telah dilakukan menetapkan beberapa target pada 2024. Penyaluran kredit misalnya ditargetkan bertambah 20% – 25% pada 2024. Dana pihak ketiga (DPK) pun ditargetkan mengikuti peningkatan kredit bank,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo, pada acara Public Expose di dalam Jakarta, Selasa (19/12/2023).
Seiring dengan kenaikan total kredit serta kenaikan DPK, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BNC meningkat secara signifikan menjadi Rp2,21 triliun atau naik sebesar 102,86% pada September 2023 dibandingkan tempat yang dimaksud serupa di tempat tahun sebelumnya yang digunakan sebesar Rp1,09 triliun.
Hal ini tercermin dari Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BNC yang mana terus mengalami penurunan, menjadi sebesar 116,91% di tempat akhir kuartal ketiga 2023, turun signifikan dari 130,97% pada September 2022 lalu.
Pencapaian positif lainnya adalah rasio Net Interest Margin (NIM) pada September 2023 yang digunakan berhasil naik menjadi 17,34% dari 12,74% di area September 2022.
Aditya menyampaikan Bank Neo Commerce juga memiliki target kinerja laba positif pada tahun depan.
“Laba full year tahun depan. Saya bukan mau menyebutkan targetnya berapa, yang mana jelas ada inisiatif yang dimaksud kami lakukan, ini berpengaruh ke tingkat laba,” ujar Aditya.
BNC menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan yang dimaksud efisien antara lain melalui optimalisasi layanan operasi perbankan digital juga penerapan digitalisasi pada proses bisnis.
Selain efisiensi, pada 2024 BBYB juga akan meningkatkan revenue stream, seperti dari pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Bank juga berupaya menggenjot pendapatan dari lini produk-produk non bank, seperti reksadana juga bancassurance.
Bank Neo Commerce menyiapkan beberapa jumlah strategi yang dimaksud akan dijalankan tahun depan salah satunya melalui efisiensi. “Efisiensi biaya ekstrem dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Aditya.
Ia menyatakan pada tahun pertama meluncur sebagai bank digital, Bank Neo Commerce sejumlah mengeluarkan biaya untuk kegiatan promosi. Alhasil, beberapa beban menggunung serta bank membukukan kerugian. “Tapi kami kemudian dapat pembelajaran bahwa masuk ke bursa bisa jadi dijalankan dengan tambahan efisien,” ujarnya.
Selain efisiensi, pada 2024 BNC juga akan meningkatkan revenue stream, seperti dari pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Bank juga berupaya menggenjot pendapatan dari lini komoditas non bank, seperti reksadana serta bancassurance.
Memasuki tahun ketiga transformasinya, BNC pada saat ini telah terjadi melayani berbagai kalangan nasabah, baik pengguna individu, Usaha Mikro Kecil kemudian Menengah (UMKM), maupun korporasi seiring dengan semakin lengkapnya layanan juga hasil yang digunakan tersedia pada BNC. Komunitas sekarang ini dapat menggunakan beragam layanan, mulai dari layanan pembayaran melalui QRIS sampai dengan transaksional bidang usaha serta payroll.